Total Tayangan Halaman

Jumat, 04 Februari 2011

bioteknologi

Energi Biru Dari Kotoran Ternak

Bahan organik dimasukkan ke dalam ruangan tertutup kedap udara (disebut Digester) sehingga bakteri anaerob  akan   membusukkan  bahan  organik  tersebut yang   kemudian menghasilkan   gas (disebut Biogas). Biogas yang telah  terkumpul di dalam digester   selanjutnya dialirkan  melalui pipa   penyalur gas menuju tabung penyimpan gas atau langsung ke lokasi penggunaannya.
Komposisi gas yang terdapat di dalam Biogas dapat dilihat pada tabel berikut:
Jenis GasVolume (%)
Methana (CH4)40 – 70
Karbondioksida (CO2)30 – 60
Hidrogen (H2)0 – 1
Hidrogen Sulfida (H2S)0 – 3
Nilai kalori dari 1 meter kubik Biogas sekitar 6.000 watt jam yang setara dengan setengah liter minyak diesel. Oleh karena itu Biogas   sangat cocok  digunakan  sebagai  bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan pengganti  minyak  tanah, LPG, butana, batubara, maupun   bahan-bahan lain yang berasal
dari fosil.
Biogas  dapat  dipergunakan  dengan  cara  yang    sama  seperti  gas-gas mudah terbakar yang lain. Pembakaran biogas dilakukan dengan mencampurnya dengan sebagian oksigen (O2). Namun demi-
kian, untuk  mendapatkan  hasil  pembakaran  yang  optimal, perlu  dilakukan  pra  kondisi sebelum Biogas dibakar yaitu melalui proses pemurnian/penyaringan karena Biogas   mengandung   beberapa
gas lain yang tidak  menguntungkan. Sebagai  salah   satu contoh, kandungan gas Hidrogen Sulfida yang tinggiyang terdapat  dalam Biogas  jika dicampur  dengan Oksigen dengan perbandingan 1:20, maka  akan menghasilkan gas yang sangat mudah meledak. Tetapi sejauh ini belum pernah dilapor-
kan terjadinya ledakan pada sistem Biogas sederhana. 
Sumber:Majalah Kampus Genta
Edisi 117, Thn XXXIII /27 Maret 1998
halaman 35-38

Tidak ada komentar:

Posting Komentar