Total Tayangan Halaman

Sabtu, 26 November 2011

MIKORIZA VESIKULAR ARBUSKULAR (MVA)

Revolusi hijau sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan produksi pangan di satu sisi telah berhasil meningkatkan produksi pertanian, namun di sisi lain seringkali kurang efektif dan membawa dampak negatif. Penggunaan input produksi yang sangat tinggi berupa penggunaan pupuk, fungisida, insektisida dan herbisida kimiawi pada rentang waktu tertentu dapat menyebabkan menurunnya produktivitas lahan dan pencemaran lingkungan yang berakibat lebih jauh pada terjadinya degradasi kualitas lahan dan kualitas lingkungan.
Dengan kenyataan tersebut, maka usaha peningkatan produksi dan kualitas hasil pertanian harus dilaksanakan dengan sistem pertanian yang berkelanjutan dengan pengelolaan jangka panjang. Sistem tersebut harus ekonomis, baik bagi petani maupun masyarakat, namun tidak mengorbankan lingkungan, harus dapat diterima secara ekologi, sosial dan hukum.
Orientasi pertanian modern yang mengejar hasil panen sebanyak-banyaknya dan kualitas hasil panen yang prima menjadikan para praktisi pertanian sangat tergantung pada penggunaan pupuk, akibatnya kebutuhan pupuk buatan (kimia) terus meningkat dari tahun ke tahun. Kelangkaan pupuk kimia pada musim-musim tertentu seringkali terjadi dan menjadi masalah di berbagai daerah. Pengurangan secara bertahap subsidi pupuk dan bahan bakar oleh pemerintah menambah berat permasalahan, karena berakibat mahalnya harga pupuk di tangan petani.
Meningkatnya kesadaran manusia terhadap terjadinya kerusakan lingkungan hidup yang disebabkan oleh aktivitas pertanian telah mendorong timbulnya paradigma baru, yaitu bagaimana mendapatkan hasil pertanian secara maksimal tanpa merusak lingkungan. Salah satu alternatif untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman adalah dengan memperbaiki kondisi tanah dan lingkungan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara pengembangan teknologi pemupukan secara alamiah. Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa mikroorganisme dapat digunakan secara efektif sebagai pupuk hayati (biofertilizer) untuk mengurangi penggunaan pupuk buatan. Salah satu cara untuk menggantikan sebagian atau seluruh fungsi pupuk buatan tersebut adalah dengan memanfatkan Jamur Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA).
Mikoriza adalah sejenis jamur yang hidup bersimbiosis dengan akar tanaman, yang dikenal juga sebagai jamur tanah karena habitatnya berada di dalam tanah dan berada di area perakaran tanaman (rizosfer). Keistimewaan dari jamur ini adalah kemampuannya dalam membantu tanaman untuk menyerap unsur hara terutama unsur hara fosfor (P). Hubungan simbiosis antara mikoriza dengan akar tanaman bersifat mutualistik, sehingga keduanya memperoleh keuntungan bagi kehidupannya.
Jamur MVA merupakan salah satu kelompok endomikoriza dari familia Endogonaceae, yang memiliki ciri khusus yaitu adanya vesikula dan arbuskula. Vesikula berupa badan berbentuk bulat, oval atau tidak beraturan, yang terbentuk dari penggelembungan ujung hifa terminal di dalam atau di antara sel-sel korteks, berfungsi sebagai alat penyimpan cadangan makanan yang kemudian ditransfer ke inangnya dengan cara dicerna. Arbuskula adalah struktur seperti haustoria, merupakan struktur yang esensial pada semua asosiasi jamur MVA, berperan dalam transfer zat hara dua arah antara jamur yang menginfeksi dengan inangnya. Sumber karbon dan energi jamur MVA bergantung pada fotosintat tanaman inang, sedangkan jamur MVA membantu pertumbuhan tanaman inang dengan memasok fosfor.
Mikoriza dapat berasosiasi dengan hampir semua tanaman pertanian dan membantu meningkatkan efisiensi penyerapan unsur hara (terutama P) pada lahan marginal. Tanaman bermikoriza dapat menyerap pupuk P lebih tinggi daripada tanaman yang tidak bermikoriza. Asosiasi tanaman kacang tanah dengan jamur MVA secara nyata meningkatkan kandungan P total tanaman. Tanaman yang bermikoriza memiliki kadar P total yang lebih tinggi daripada tanaman yang tidak bermikoriza. Menurut Jarstfer & Sylvia (1996), peningkatan penyerapan P terjadi dengan (1) memperluas jangkauan penyerapan P, karena adanya hifa eksternal yang dapat mencapai 8 cm di luar sistem perakaran, (2) eksploitasi sampai ke pori mikro, karena kecilnya diameter hifa eksternal yang kurang dari 20% dari diameter bulu-bulu akar, dan (3) menambah luas permukaan sistem penyerapan.
Keuntungan lain dari pemanfaatan mikoriza sebagai pupuk hayati adalah meningkatkan penyerapan air dan toleransi tanaman terhadap cekaman kekeringan dan keracunan logam, melindungi tanaman dari serangan patogen akar, memperbaiki struktur tanah dan tidak mencemari lingkungan, serta aplikasinya cukup dilakukan sekali seumur tanaman.
Penggunaan mikoriza merupakan kebutuhan ekologi, aman dipakai (bukan patogen), tidak menyebabkan pencemaran lingkungan, berperan aktif dalam siklus hara, dan dapat memperbaiki status kesuburan tanah dengan kemampuannya mengekstraksi unsur-unsur hara yang terikat.
Pupuk mikoriza umumnya berupa spora dan potongan akar yang terinfeksi jamur dan dicampur dengan zeolit  sebagai media pembawa, efektif digunakan pada saat tanaman masih di persemaian, karena akarnya belum mengalami penebalan. Pemberian dilakukan dengan cara menaburkannya pada lubang sebelum penanaman, menempelkan pupuk atau akar terinfeksi pada akar tanaman muda, atau mencampur mikoriza pada tanah untuk pembibitan tanaman.
Oleh: Dra. Ch. Endang Purwaningsih, M.Si.
Prodi Biologi, Fakultas MIPA
Universitas Katolik Widya Mandala Madiun

6 ciri orang dewasa

Banyak ciri yang bisa dilihat, namun setidaknya ada enam ciri yang begitu nampak dari luar. Enam ciri itu adalah :

1. Diam Aktif
Ciri khas umat Dewasa diawali dengan Diam Aktif yaitu kemampuan untuk menahan diri dalam berkomentar. Orang yang memiliki kedewasaan dapat dilihat dari sikap dan kemampuannya dalam mengendalikan lisannya, seorang anak kecil, saudaraku apa yang dia lihat biasanya selalu dikomentari.
Orang tua yang kurang dewasa mulutnya sangat sering berbunyi, semua hal dikomentari.,ketika dia melihat sesuatu langsung dipastikan akan dikomentari,ketika menonton televisi misalnya ; komentar dia akan mengalahkan suara dari televisi yang dia tonton . Penonton tv yang dewasa itu senantiasa bertafakur, acara yang dia tonton senantiasa direnungkan (tentunya acara yang bermanfaat) dan memohon dibukakan pintu hikmah kepada Allah, Subhanalloh.

2. Empati (memahami perasaan)
Ciri kedewasaan selanjutnya dapat dilihat dari Empati. Anak-anak biasanya belum dapat meraba perasaan orang lain, orang yang bertambah umurnya tetapi tidak dapat meraba perasaan orang lain berarti belum dapat disebut dewasa. Kedewasan seseorang dapat dilihat dari keberanian melihat dan meraba perasaan orang lain. Seorang ibu yang dewasa dan bijaksana dapat dilihat dari sikap terhadap pembantunya yaitu tidak semena-mena menyuruh, walaupun sudah merasa menggajinya tetapi bukan berarti berkuasa,bukankah di kantor ketika lembur pasti ingin dibayar overtime ? tetapi pembantu lembur tidak ada overtime ? semakin orang hanya mementingkan perasaannya saja maka akan semakin tidak bijaksana. Semakin orang bisa meraba penderitaan orang lain Insya Allah akan semakin bijak. Percayalah tidak akan bijaksana orang yang hidupnya hanya memikirkan perasaannya sendiri.

3. Hati-hati (wara')
Orang yang dewasa, cirinya hati-hati (Wara’),dalam bertindak. Orang yang dewasa benar-benar berhitung tidak hanya dari benda, tapi dari waktu ; tiap detik,tiap tutur kata , dia tidak mau jika harus menanggung karena salah dalam mengambil sikap. Anak-anak atau remaja biasanya sangat tidak hati-hati dalam bercakap dan mengambil keputusan.Orang yang bersikap atau memiliki kepribadian dewasa (wara’) dapat dilihat dalam kehati-hatian memilih kata, mengambil keputusan,mengambil sikap, karena orang yang tidak dewasa cenderung untuk bersikap ceroboh.

4. Sabar
Orang yang dewasa terlihat dalam kesabarannya (sabar), kita ambil contoh ; didalam rumah
seorang ibu mempunyai 3 orang anak, yang satu menangis, kemudian yang lainnya pun ikut menangissehingga lama-kelamaan menjadi empat orang yang menangis , mengapa ? karena ternyata ibunyamenangis pula. Ciri orang yang dewasa adalah sabar, dalam situasi sesulit apapun lebih tenang,mantap dan stabil.

5. Tanggung jawab
seseorang yang dewasa benar-benar mempunyai sikap yang amanah, memiliki kemampuan untuk bertanggung jawab. Untuk melihat kedewasaan seseorang dapat dilihat dari kemampuannya bertanggungjawab, sebagai contoh ; seorang ayah dapat dinilai bertanggung jawab atau tidak yaitu dalam cara mencari nafkah yang halal dan mendidik anak istrinya ? Bukan masalah kehidupan dunia ,yang menjadi masalah mampu tidak mempertanggungjawabkan anak-anak ketika pulang ke akherat nanti ? Ke surga atau neraka? Oleh karena itu orang tua harus bekerja keras untuk menjadi jalan kesuksesan anak-anaknya di dunia dan akherat.

6. Motivator
Kesuksesan kita adalah bagaimana kita bisa memompa diri kita dan menyukseskan orang-orang disekitar kita, tidak hanya sekedar bisa menilai dan menyalahkan. kalau ingin tahu kesuksesan kita coba lihat perkembangan keluarga kita, istri dan anak-anak kita maju tidak? lihat sanak saudara kita pada maju tidak? Jangan sampai kita sendirian yang maju, tapi sanak saudara kita hidup dalam kesulitan, ekonominya seret, pendidikan seret.,sedang kita tidak ada kepedulian. Berarti itu sebuah kegagalan.,kedewasaan seseorang itu,dilihat dari bagaimana kemampuan memegang amanah

Jadilah Pria Dewasa

Bagaimana cara seorang pria meyakinkan kekasihnya bahwa dialah sosok yang dewasa? Jawabannya simple, kemampuan untuk mengasihi dengan cara yang tidak egois adalah sebuah tanda kedewasan seorang pria.

Lalu apakah Anda sudah termasuk pria dewasa? sebaiknya Anda mengetahui ciri-ciri pria yang belum dewasa atau masih memiliki sifat kekanak-kanakan berikut ini :
1. Mudah Cemburu
Pria yang mudah cemburu takut untuk kehilangan sesuatu atau seseorang yang dicintainya karena orang tersebut memenuhi kebutuhannya adalah salah satu ciri pria tidak dewasa.
2. Iri Hati
Iri hati timbul karena keinginan memiliki apa yang menjadi milik orang lain. Dia hanya memikirkan kebahagiannya namun tidak bisa berbahagia dengan orang lain.
3. Mudah Marah
Sifat mudah marah atau yang tersulut emosi biasanya timbul karena kekacauan batin dan rasa frustasi karena tidak dapat mengendalikan orang lain atau situasi yang tidak diinginkannya. Dia tidak memiliki kemampuan untuk menerima sesuatu yang terjadi diluar keinginannya.
4. Kesepian
Sifat kesepian timbul karena pria tersebut bergantung pada orang lain untuk kebahagiaan dirinya.
5. Banyak Ketakutan
Pria ini biasanya sering membayangkan atau merasakan bahwa kebutuhan dan sasarannya tudak akan terpenuhi atau tercapai.