Total Tayangan Halaman

Kamis, 26 Januari 2012

Kepribadian yang Matang

Kepribadian yang matang merupakan label positif bagi orang yang dianggap telah mencapainya. Sayang, banyak orang tak pernah berpikir menjadi matang. Padahal, kepribadian matang merupakan ukuran perkembangan kepribadian yang sehat. 

Kepribadian yang matang diartikan secara berbeda-beda oleh banyak orang. Hal ini tercermin dari beberapa pendapat berikut ini.  Menjawab pertanyaan dosen dalam kuliah tentang kepribadian di sebuah fakultas psikologi, ada mahasiswa yang mengartikan matang kepribadian sebagai sabar, tidak berlebihan dalam mengekspresikan emosi, dan pandai mengelola hubungan dengan orang lain. Ada juga yang mengartikan kemampuan untuk memecahkan berbagai masalah kehidupan dengan bijaksana. Beberapa mahasiswa menunjuk pada kemampuan memenuhi tugas-tugas perkembangan masa dewasa dengan baik, seperti memiliki pekerjaan dan filsafat hidup yang mantap, kondisi batin yang stabil, dan sebagainya.

Tulisan ini menyajikan kriteria yang lebih utuh mengenai kepribadian yang matang dari seorang sesepuh yang ikut merintis Psikologi, yakni Gordon W. Allport (1897-1967). Hingga saat ini teori-teorinya (tentang kepribadian yang sehat) tetap relevan. Berikut adalah tujuh kriteria dari Allport tentang sifat-sifat khusus kepribadian yang sehat.
1. Perluasan Perasaan Diri
Ketika orang menjadi matang, ia mengembangkan perhatian-perhatian di luar diri. Tidak cukup sekadar berinteraksi dengan sesuatu atau seseorang di luar diri. Lebih dari itu, ia harus memiliki partisipasi yang langsung dan penuh, yang oleh Allport disebut "partisipasi otentik".

Dalam pandangan Allport, aktivitas yang dilakukan harus cocok dan penting, atau sungguh berarti bagi orang tersebut. Jika menurut kita pekerjaan itu penting, mengerjakan pekerjaan itu sebaik-baiknya akan membuat kita merasa enak, dan berarti kita menjadi partisipan otentik dalam pekerjaan itu. Hal ini akan memberikan kepuasan bagi diri kita.

Orang yang semakin terlibat sepenuhnya dengan berbagai aktivitas, orang, atau ide, ia lebih sehat secara psikologis. Hal ini berlaku bukan hanya untuk pekerjaan, melainkan juga hubungan dengan keluarga dan teman, kegemaran, dan keanggotaan dalam politik, agama, dan sebagainya.

2. Relasi Sosial yang Hangat
Allport membedakan dua macam kehangatan dalam hubungan dengan orang lain, yaitu kapasitas untuk mengembangkan keintiman dan untuk merasa terharu. Orang yang sehat secara psikologis mampu mengembangkan relasi intim dengan orangtua, anak, pasangan, dan sahabat. Ini merupakan hasil dari perasaan perluasan diri dan perasaan identitas diri yang berkembang dengan baik.

Ada perbedaan hubungan cinta antara orang yang neurotis (tidak matang) dan yang berkepribadian sehat (matang). Orang-orang neurotis harus menerima cinta lebih banyak daripada yang mampu diberikannya kepada orang lain. Bila mereka memberikan cinta, itu diberikan dengan syarat-syarat. Padahal, cinta dari orang yang sehat adalah tanpa syarat, tidak melumpuhkan atau mengikat.

Jenis kehangatan yang lain, yaitu perasaan terharu, merupakan hasil pemahaman terhadap kondisi dasar manusia dan perasaan kekeluargaan dengan semua bangsa. Orang sehat memiliki kapasitas untuk memahami kesakitan, penderitaan, ketakutan, dan kegagalan yang merupakan ciri kehidupan manusia.

Hasil dari empati semacam ini adalah kesabaran terhadap tingkah laku orang lain dan tidak cenderung mengadili atau menghukum. Orang sehat dapat menerima kelemahan manusia, dan mengetahui dirinya juga memiliki kelemahan. Sebaliknya, orang neurotis tidak mampu bersabar dan memahami sifat universal pengalaman-pengalaman dasar manusia.

3. Keamanan Emosional
Kualitas utama manusia sehat adalah penerimaan diri. Mereka menerima semua segi keberadaan mereka, termasuk kelemahan-kelemahan, dengan tidak menyerah secara pasif terhadap kelemahan tersebut.  Selain itu, kepribadian yang sehat tidak tertawan oleh emosi-emosi mereka, dan tidak berusaha bersembunyi dari emosi-emosi itu. Mereka dapat mengendalikan emosi, sehingga tidak mengganggu hubungan antarpribadi. Pengendaliannya tidak dengan cara ditekan, tetapi diarahkan ke dalam saluran yang lebih konstruktif.

Kualitas lain dari kepribadian sehat adalah "sabar terhadap kekecewaan". Hal ini menunjukkan bagaimana seseorang bereaksi terhadap tekanan dan hambatan atas berbagai keinginan atau kehendak. Mereka mampu memikirkan cara yang berbeda untuk mencapai tujuan yang sama.

Orang-orang yang sehat tidak bebas dari perasaan tak aman dan ketakutan. Namun, mereka tidak terlalu merasa terancam dan dapat menanggulangi perasaan tersebut secara lebih baik daripada kaum neurotis.

4. Persepsi Realistis
Orang-orang sehat memandang dunia secara objektif. Sebaliknya, orang-orang neurotis kerapkali memahami realitas disesuaikan dengan keinginan, kebutuhan, dan ketakutan mereka sendiri. Orang sehat tidak meyakini bahwa orang lain atau situasi yang dihadapi itu jahat atau baik menurut prasangka pribadi. Mereka memahami realitas sebagaimana adanya.

5. Keterampilan dan Tugas
Allport menekankan pentingnya pekerjaan dan perlunya menenggelamkan diri di dalam pekerjaan tersebut. Kita perlu memiliki keterampilan yang relevan dengan pekerjaan kita, dan lebih dari itu harus menggunakan keterampilan itu secara ikhlas dan penuh antusiasme.

Komitmen pada orang sehat atau matang begitu kuat, sehingga sanggup menenggelamkan semua pertahanan ego. Dedikasi terhadap pekerjaan berhubungan dengan rasa tanggung jawab dan kelangsungan hidup yang positif.
Pekerjaan dan tanggung jawab memberikan arti dan perasaan kontinuitas untuk hidup. Tidak mungkin mencapai kematangan dan kesehatan psikologis tanpa melakukan pekerjaan penting dan melakukannya dengan dedikasi, komitmen, dan keterampilan.

6. Pemahaman Diri
Memahami diri sendiri merupakan suatu tugas yang sulit. Ini memerlukan usaha memahami diri sendiri sepanjang kehidupan secara objektif.  Untuk mencapai pemahaman diri yang memadai dituntut pemahaman tentang dirinya menurut keadaan sesungguhnya. Jika gambaran diri yang dipahami semakin dekat dengan keadaan sesungguhnya, individu tersebut semakin matang.

Demikian juga apa yang dipikirkan seseorang tentang dirinya, bila semakin dekat (sama) dengan yang dipikirkan orang-orang lain tentang dirinya, berarti ia semakin matang. Orang yang sehat terbuka pada pendapat orang lain dalam merumuskan gambaran diri yang objektif.

Orang yang memiliki objektivitas teradap diri tak mungkin memproyeksikan kualitas pribadinya kepada orang lain (seolah orang lain negatif). Ia dapat menilai orang lain dengan seksama, dan biasanya ia diterima dengan baik oleh orang lain. Ia juga mampu menertawakan diri sendiri melalui humor yang sehat.

7. Filsafat Hidup
Orang yang sehat melihat ke depan, didorong oleh tujuan dan rencana jangka panjang. Ia memiliki perasaan akan tujuan, perasaan akan tugas untuk bekerja sampai tuntas sebagai batu sendi kehidupannya. Allport menyebut dorongan-dorongan tersebut sebagai keterarahan (directness).

Keterarahan itu membimbing semua segi kehidupan seseorang menuju suatu atau serangkaian tujuan, serta memberikan alasan untuk hidup. Kita membutuhkan tarikan yang tetap dari tujuan yang bermakna. Tanpa itu mungkin kita mengalami masalah kepribadian.

Kerangka dari tujuan-tujuan itu adalah nilai, yang bersama dengan tujuan sangat penting dalam rangka mengembangkan filsafat hidup. Memiliki nilai-nilai yang kuat merupakan salah satu ciri orang matang. Orang-orang neurotis tidak memiliki nilai atau memiliki nilai yang terpecah-pecah dan bersifat sementara, yang tidak cukup kuat untuk mempersatukan semua segi kehidupan.

Suara hati berperan dalam menentukan filsafat hidup. Allport mengemukakan perbedaan antara suara hati yang matang dengan suara hati tidak matang. Yang tidak matang, suara hatinya seperti pada kanak-kanak: patuh dan membudak, penuh larangan dan batasan, bercirikan perasaan "harus".

Orang yang tidak matang berkata, "Saya harus bertingkah laku begini." Sebaliknya, orang yang matang berkata, "Saya sebaiknya bertingkah laku begini."  Suara hati yang matang adalah perasaan kewajiban dan tanggung jawab kepada diri sendiri dan orang lain, dan mungkin berakar dalam nilai-nilai agama atau etis.

Minggu, 04 Desember 2011

TEKNOLOGI KOMPOS TEMPE DARI JEPANG


Sekitar lima tahun yang lalu, sektor pertanian Indonesia dihebohkan oleh teknologi pembuatan pupuk "Bokhasi" (artinya = kompos) dari Jepang. Bahan bakunya, sekam padi yang dibakar sampai menjadi arang (bukan abu), dalam tungku yang dirancang khusus. Arang sekam ini selanjutnya dicampur pupuk kandang dan dedak halus. Sebagai stater, digunakan bakteri yang dicampur gula. Biang bakteri yang disebut sebagai EM 4 ini diimpor langsung dari Jepang. Di pasar lokal, EM 4 kemasan 1 liter dijual dengan harga antara Rp 15.000,- sampai dengan Rp 20.000,- Yang menarik dari trend pupuk "Bokhasi" ini adalah cara pemasaran berikut promosinya yang luarbiasa bersemangat dengan fanatisme tinggi. Mirip dengan semangat penyebaran agama baru. Pokoknya pupuk Bokhasi ini bisa menggantikan semua pupuk yang ada. Bahkan bisa menanggulangi serangan hama dan penyakit. Hasil panen akan berlipatganda. Produk pertanian yang dihasilkannya lebih sehat karena bebas zat kimia. Itulah kehebatan promosi pupuk Bokhasi dengan EM 4 nya yang luarbiasa.
Dalam EM 4, ada sekitar 50 macam bakteri. Dengan adanya dedak, gula dan pupuk kandang, maka para bakteri itu akan berbiak dengan cepat sekali lalu segera mati. Bangkai bakteri berupa protein inilah yang akan menjadi unsur hara yang segera bisa diserap oleh akar tanaman. Prinsip ini mirip dengan yang terjadi pada pemberian urea (Nitrogen) dan gula atau karbohidrat padaternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing dan domba). Di kawasan kering seperti Gunung Kidul, DIY, masyarakat memberikan jerami padi dan tebon (batang jagung) kering kepada ternak ruminansia mereka. Sebagai pakan tambahan, mereka memberikan dedak, ampas singkong dan tetes tebu. Tahun 1950an, ketika pertama kali urea diperkenalkan sebagai pupuk nitrogen yang bisa menyuburkan tanaman, petani pun iseng memberikannya pada ternak mereka. Kalau tanaman diberi urea bisa subur, logika mereka sapi yang kurus-kurus pun akan menjadi gemuk kalau diberi urea. Ternyata benar. Sebab dalam lambung (rumen) ternak ruminansia memang selalu ada bakteri yang membantu mencerna rumput. Starter karbohidrat dan gula, ternyata tidak membantu bakteri ini berbiak cepat. Sebab masih diperlukan nitrogen. Dengan diberinya urea satu sendok makan per ekor per hari, maka bakteri itu akan berbiak cepat sekali dan segera mati. Bangkai bakteri berupa protein inilah yang segera diserap oleh perut sapi sebagai nutrisi bergizi tinggi.
Masyarakat Jepang sendiri, sebenarnya masih meragukan kehebatan pupuk Bokhasi. Pertama, dedak dan gula pasir terlalu mahal kalau dijadikan bahan pupuk. Selain itu efek samping dari menumpuknya berbagai jenis bakteri dalam tanah juga masih belum diketahui dampak jangka panjangnya. Sekarang-sekarang ini, masyarakat Jepang sudah mulai merasakan dampak negatif dari pupuk Bokhasi. Konon, efek sampingnya membuat partikel tanah jadi keras meskipun tetap remah. Sekarang mereka mulai memperkenalkan teknik pengomposan jerami padi dengan ragi tempe. Tempe adalah teknologi fermentasi produk karbohidrat seperti kedelai, bungkil dan lain-lain dengan bantuan kapang (jamur) Aspergillus aryzae, Rhizopus oryzae dan Rhizopus olygosporus. Teknologi ini sudah dikuasai oleh nenek moyang kita sejak ribuan tahun silam. Teknologi inilah yang sekarang dikembangkan untuk industri kompos di Jepang. Kompos dari bahan jerami yang dibusukkan oleh kapang ini akan jauh lebih sehat bagi kesuburan tanah. Selain itu, kapangnya sendiri merupakan nutrisi dengan asam amino esensial yang akan sangat menyehatkan tanaman.
Sebenarnya pupuk Bokhasi dengan bahan baku arang sekam sangat tidak rasional. Sebab energi yang masih ada dalam sekam tersebut dibuang sia-sia pada waktu dibakar. Jadi nutrisi dalam pupuk Bokhasi hanyalah barasal dari protein berupa "bangkai bakteri". Biaya produksi Bokhasi juga relatif tinggi. Sekitar Rp 250,- per kg. dengan skala produksi 25 ton per hari. Kalai skalanya diperkecil, maka biayanya akan semakin tinggi. Dengan biaya seesar itu, Bokhasi dijual di pasaran dengan harga minimal Rp 500,- per kg. Harga ini sangat tidak bersaing dengan pupuk kandang kotoran sapi yang kisaran harganya masih Rp 100,- sampai dengan Rp 150,- per kg. Itulah sebabnya munculnya teknologi pengomposan dengan bantuan kapang tempe menjadi sangat potensial untuk dikemangkan. Selain dengan teknologi Bokhasi, selama ini petani membuat kompos dari bahan baku selulosa limbah pertanian, dengan  bantuan stater berupa pupuk kandang, tanah dan urea. Untuk menetralkan pHnya, dicampurkan kapur pertanian. Apabila limbah pertanian tersebut dihancurkan, jangka waktu pematangan kompos  sekitar 3 bulan.
Di alam, pelapukan bahan organik terjadi akibat pembusukan oleh bakteri, kapang atau kombinasi keduanya. Namun kombinasi penghancuran selulosa oleh bakteri sekaligus kapang jarang sekali terjadi. Bahkan, penghancuran oleh dua bakteri dengan dua sifat berbeda pun juga tidak pernah terjadi. Misalnya, kalau bekteri aerob (perlu oksigen) berkembang, maka bakteri anaerob (tidak perlu oksigen) akan mati. Atau sebaliknya. Di Indonesia, terutama di kawasan penghasil padi seperti Pantura, jerami lebih sering dibakar. Energi yang masih tersimpan dalam selulosa itu akan hilang dalam bentuk panas. Di beberapa sentra pemeliharaan ternak sapi, jerami dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Ada pula yang memanfaatkan jerami padi ini sebagai bahan baku produksi jamur merang. Sekarang mulai timbul kesadaran di kalangan petani untuk memanfaatkan jerami menjadi kompos yang akan dikembalikan ke sawah-sawah mereka. Di kabupaten Sragen, Jawa Tengah, jerami hasil panen padi ditumpuk di tengah sawah dan dibiarkan membusuk secara alamiah menjadi kompos. Kompos alam ini akan digunakan pada penanaman padi musim berikutnya lagi.
Sebenarnya hampir semua selulosa bisa dimanfaatkan untuk bahan kompos. Misalnya tebon jagung. Batang dan daun serta pelepah pisang. Daun tebu, batang serta daun ubi jalar, batang serta daun kacang tanah, daun lamtoro, kaliandra, glirisidia, albizia  dan lain-lain. Klorofil daun tersebut terlebih dahulu harus dimatikan melalui pelayuan. Cara melayukannya bisa dengan dihamparkan di bawah panas matahari atau di bawah naungan. Limbah pertanian yang telah dilayukan, bisa langsung dikomposkan tanpa pencacahan atau dengan terlebih dahulu mencacahnya. Pencacahan bisa dilakukan dengan mesin pencacah (Choper) yang harganya berkisar antara Rp. 6.000.000,- sampai dengan Rp 10.000.000,- per unit dengan kapasitas cacah sekitar 300 kg per. jam. Kondisi limbah tersebut harus masih agak basah (lembab). Apabila limbah telah benar-benar kering, perlu disemprot air hingga sedikit basah. Selanjutnya ragi tempe (bisa juga tempenya langsung) dihancurkan dan dicampur dengan dedak halus. Proses penghancuran dan pencampuran dilakukan dengan sarung tangan dan dengan wadah yang tidak tercemar garam.
Selanjutnya, limbah pertanian yang telah dilayukan dan dicacah ditaburi adonan dedak dengan tempe tadi, lalu ditumpuk di tempat teduh dan ditutup plastik. Untuk mengomposkan 100 kg. limbah pertanian, diperlukan sekitar 2 kg dedak halus dan 1 bungkus tempe dalam kemasan plastik.  Proses fermentasi ini akan terjadi apabila suhu tumpukan mencapai 40 sd. 50° C. Hal ini bisa kita deteksi dengan maraba bagian luar dari tumpukan tersebut. Apabila terasa hangat, maka proses pengomposan sedang terjadi. Apabila suhunya tetap dingin, maka proses pengomposan tidak terjadi. Dalam waktu antara 5 hari sampai dengan 1 minggu, kompos tempe sudah matang. Tandanya, seluruh limbah pertanian itu akan ditumbuhi oleh miselium kapang berupa serabut berwarna keputih-putihan. Kompos ini tidak bisa langsung digunakan, melainkan masih perlu waktu agar tingkat pelapukannya sempurna. Biasanya diperlukan waktu sekitar 1 bulan agar kompos benar-benar matang.
Meskipun sama-sama menggunakan dedak sebagai bahan starter, kompos tempe  lebih murah dan lebih sederhana dibanding dengan Bokhasi. Sebab dalam Bokhasi, diperlukan pula starter berupa gula dan biang bakteri berupa EM 4.  Tempe sebagai biang kapang, relatif lebih murah dan lebih mudah didapatkan dibanding dengan EM 4.  Namun yang lebih jelas, pengaruh kompos tempe terhadap tanah pasti lebih aman dibandingkan dengan bakteri dalam Bokhasi. Sebenarnya, biang bakteri maupun kapang yang bisa dimanfaatkan untuk proses fermentasi dalam pembuatan kompos banyak sekali. Pengganti EM 4 misalnya, sudah bisa diproduksi oleh hampir semua lab. di fakultas pertanian perguruan tinggi di Indonesia. Namun EM 4 bisa mendominasi industri kompos karena faktor gengsi dan kemudahan mendapatkannya. Masyarakat kita cenderung tergila-gila pada produk impor, terutama yang berasal dari negara maju. Kecuali itu EM 4 sudah dikemas rapi, diberi merk dan didistribusikan ke mana-mana. Hingga masyarakat bisa memperolehnya dengan mudah. Sementara biang bakteri hasil lab perguruan tinggi masih dipasarkan secara terbatas.
Kendala utama kompos tempe bukan pada faktor harga serta kemudahan mendapatkan bahan staternya. Sebab harga tempe sangat murah dan bisa dibeli di manapun di Indonesia. Tetapi justru murah dan mudahnya mendapatkan inilah yang membuat gengsi tempe sebagai bahan starter menjadi kurang menarik. Itulah kelemahan bangsa kita dibanding dengan Jepang. Meskipun EM 4 adalah produk mereka yang sudah menelan investasi penelitian serta promosi besar, namun akhirnya mereka mengakui bahwa tempe yang sederhana dan murah dari Indonesia itulah yang justru lebih unggul. Sebelum diotak-atik sebagai bahan starter dalam proses fermentasi industri kompos, tempe telah dikenal oleh masyarakat Jepang sebagai makanan sehat bergizi tinggi. Untuk itu, pengusaha Jepang telah terlebih dahulu mempatenkannya. Di sana, menu tempe pasti kalah dibanding dengan ikan dan udang. Tetapi masyarakat Jepang memang luarbiasa kreatifitasnya. Tidak bisa mengangkat tempe sebagai makanan manusia yang massal, mereka memanfaatkannya untuk industri kompos.
Indonesia, sebenarnya sudah harus membangun industri kompos secara lebih serius. Bukan sekadar membangun industri pupuk urea. Industri pupuk urea, pestisida dan benih modern memang tetap penting dalam rangka memproduksi pangan secara masal dan murah. Namun dampak dari "revolusi hijau" ini adalah rusaknya lahan serta keseimbangan alam secara keseluruhan. Eropa, Amerika Serikat dan Jepang adalah negara-negara maju yang sudah mulai memikirkan pertanian yang sehat dengan memanfaatkan pupuk kompos. Di Taiwan dan Australia, agroindustri kompos merupakan lahan bisnis yang cukup menarik dan penting. Sebuah kawasan penghasil sayuran atau buah-buahan pasti memiliki pabrik kompos. Bangunan pabrik itu bisa seluas lapangan sepak bola. Truk-truk tronton keluar masuk untuk mengambil hasil serta mengirim bahan baku. Untuk membalik dan mengaduk-aduk material kompos tersebut, digunakan puluhan buldoser serta alat berat lainnya. Sebagai starter mereka mencari bakteri atau kapang  apa yang paling efektif serta efisien. Termasuk tempe kita pasti dipertimbangkannya pula. (F.R.) ***

Laptop Bambu Semarakkan Program 'Hijau'



Laptop
Laptop
Jakarta, Hampir semua negara belakangan rajin menyuarakan program 'hijau' dengan alasan menjaga kelestarian lingkungan. Nah, vendor PC punya cara tersendiri untuk mendukung program ini. Yaitu dengan memproduksi laptop yang berasal dari tanaman bambu.

Aksesoris bambu memang hanya dipakai pada bagian eksterior dari laptop besutan Asus ini. Meski demikian, produk tersebut digadang-gadang lebih ramah lingkungan.

Laptop bambu tersedia dalam ukuran layar 12,1 dan 11,1 inch. Asus juga membuat chasis unik yang dianggapnya bakal memudahkan ketika dilakukan daur ulang.

Ke depannya, seperti dilansir softpedia dan dikutip kilasberita.com, Senin (1/9/2008), penggunaan bahan baku bambu di tiap seri terbaru akan memberikan sentuhan khas masing-masing, seperti memiliki pattern natural tersendiri.

Dari sisi spesifikasi teknis, laptop bambu 11,1 inch dilengkapi dengan Express Chipset GM965 Intel, kartu memori DDR2 yang bisa digenjot hingga 4 GB, kartu grafis Intel GMA X3100 serta hardisk berkapasitas 80-120 GB.

Sementara model lainnya, dilengkapi prosesor Intel Core 2 Duo, kartu grafis NVIDIA GeForce 9300M, hardisk SATA 2,5 inch dengan kapasitas mulai 160 GB hingga 320 GB.

Sebagai tambahan, Asus juga menyediakan seri laptop bambu yang dilengkapi dengan teknologi Super Hybrid Engine. Dengan teknologi ini dapat meningkatkan daya tahan baterai lebih dari 70% serta performa sistem hingga 23%.

Sayangnya, produsen PC asal Taiwan ini masih belum mengungkap berapa harga yang dibanderol untuk satu unit dari laptop ini. (kilasberita.com/als/dtc)


    Aksi Internal Ramah Lingkungan


    1. Hemat Kertas Menuju ‘Paperless’
    2. Hemat Air
    3. Hemat Listrik
    4. Pemilahan Sampah Organik dan Non Organik
    5. Tidak Merokok di Tempat Kerja
    6. Pembuatan Biopori di Lingkungan Kantor
    7. Penggunaan Energi Alternatif Bagi BTS
    8. Green Office

    Sabtu, 26 November 2011

    MIKORIZA VESIKULAR ARBUSKULAR (MVA)

    Revolusi hijau sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan produksi pangan di satu sisi telah berhasil meningkatkan produksi pertanian, namun di sisi lain seringkali kurang efektif dan membawa dampak negatif. Penggunaan input produksi yang sangat tinggi berupa penggunaan pupuk, fungisida, insektisida dan herbisida kimiawi pada rentang waktu tertentu dapat menyebabkan menurunnya produktivitas lahan dan pencemaran lingkungan yang berakibat lebih jauh pada terjadinya degradasi kualitas lahan dan kualitas lingkungan.
    Dengan kenyataan tersebut, maka usaha peningkatan produksi dan kualitas hasil pertanian harus dilaksanakan dengan sistem pertanian yang berkelanjutan dengan pengelolaan jangka panjang. Sistem tersebut harus ekonomis, baik bagi petani maupun masyarakat, namun tidak mengorbankan lingkungan, harus dapat diterima secara ekologi, sosial dan hukum.
    Orientasi pertanian modern yang mengejar hasil panen sebanyak-banyaknya dan kualitas hasil panen yang prima menjadikan para praktisi pertanian sangat tergantung pada penggunaan pupuk, akibatnya kebutuhan pupuk buatan (kimia) terus meningkat dari tahun ke tahun. Kelangkaan pupuk kimia pada musim-musim tertentu seringkali terjadi dan menjadi masalah di berbagai daerah. Pengurangan secara bertahap subsidi pupuk dan bahan bakar oleh pemerintah menambah berat permasalahan, karena berakibat mahalnya harga pupuk di tangan petani.
    Meningkatnya kesadaran manusia terhadap terjadinya kerusakan lingkungan hidup yang disebabkan oleh aktivitas pertanian telah mendorong timbulnya paradigma baru, yaitu bagaimana mendapatkan hasil pertanian secara maksimal tanpa merusak lingkungan. Salah satu alternatif untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman adalah dengan memperbaiki kondisi tanah dan lingkungan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara pengembangan teknologi pemupukan secara alamiah. Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa mikroorganisme dapat digunakan secara efektif sebagai pupuk hayati (biofertilizer) untuk mengurangi penggunaan pupuk buatan. Salah satu cara untuk menggantikan sebagian atau seluruh fungsi pupuk buatan tersebut adalah dengan memanfatkan Jamur Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA).
    Mikoriza adalah sejenis jamur yang hidup bersimbiosis dengan akar tanaman, yang dikenal juga sebagai jamur tanah karena habitatnya berada di dalam tanah dan berada di area perakaran tanaman (rizosfer). Keistimewaan dari jamur ini adalah kemampuannya dalam membantu tanaman untuk menyerap unsur hara terutama unsur hara fosfor (P). Hubungan simbiosis antara mikoriza dengan akar tanaman bersifat mutualistik, sehingga keduanya memperoleh keuntungan bagi kehidupannya.
    Jamur MVA merupakan salah satu kelompok endomikoriza dari familia Endogonaceae, yang memiliki ciri khusus yaitu adanya vesikula dan arbuskula. Vesikula berupa badan berbentuk bulat, oval atau tidak beraturan, yang terbentuk dari penggelembungan ujung hifa terminal di dalam atau di antara sel-sel korteks, berfungsi sebagai alat penyimpan cadangan makanan yang kemudian ditransfer ke inangnya dengan cara dicerna. Arbuskula adalah struktur seperti haustoria, merupakan struktur yang esensial pada semua asosiasi jamur MVA, berperan dalam transfer zat hara dua arah antara jamur yang menginfeksi dengan inangnya. Sumber karbon dan energi jamur MVA bergantung pada fotosintat tanaman inang, sedangkan jamur MVA membantu pertumbuhan tanaman inang dengan memasok fosfor.
    Mikoriza dapat berasosiasi dengan hampir semua tanaman pertanian dan membantu meningkatkan efisiensi penyerapan unsur hara (terutama P) pada lahan marginal. Tanaman bermikoriza dapat menyerap pupuk P lebih tinggi daripada tanaman yang tidak bermikoriza. Asosiasi tanaman kacang tanah dengan jamur MVA secara nyata meningkatkan kandungan P total tanaman. Tanaman yang bermikoriza memiliki kadar P total yang lebih tinggi daripada tanaman yang tidak bermikoriza. Menurut Jarstfer & Sylvia (1996), peningkatan penyerapan P terjadi dengan (1) memperluas jangkauan penyerapan P, karena adanya hifa eksternal yang dapat mencapai 8 cm di luar sistem perakaran, (2) eksploitasi sampai ke pori mikro, karena kecilnya diameter hifa eksternal yang kurang dari 20% dari diameter bulu-bulu akar, dan (3) menambah luas permukaan sistem penyerapan.
    Keuntungan lain dari pemanfaatan mikoriza sebagai pupuk hayati adalah meningkatkan penyerapan air dan toleransi tanaman terhadap cekaman kekeringan dan keracunan logam, melindungi tanaman dari serangan patogen akar, memperbaiki struktur tanah dan tidak mencemari lingkungan, serta aplikasinya cukup dilakukan sekali seumur tanaman.
    Penggunaan mikoriza merupakan kebutuhan ekologi, aman dipakai (bukan patogen), tidak menyebabkan pencemaran lingkungan, berperan aktif dalam siklus hara, dan dapat memperbaiki status kesuburan tanah dengan kemampuannya mengekstraksi unsur-unsur hara yang terikat.
    Pupuk mikoriza umumnya berupa spora dan potongan akar yang terinfeksi jamur dan dicampur dengan zeolit  sebagai media pembawa, efektif digunakan pada saat tanaman masih di persemaian, karena akarnya belum mengalami penebalan. Pemberian dilakukan dengan cara menaburkannya pada lubang sebelum penanaman, menempelkan pupuk atau akar terinfeksi pada akar tanaman muda, atau mencampur mikoriza pada tanah untuk pembibitan tanaman.
    Oleh: Dra. Ch. Endang Purwaningsih, M.Si.
    Prodi Biologi, Fakultas MIPA
    Universitas Katolik Widya Mandala Madiun

    6 ciri orang dewasa

    Banyak ciri yang bisa dilihat, namun setidaknya ada enam ciri yang begitu nampak dari luar. Enam ciri itu adalah :

    1. Diam Aktif
    Ciri khas umat Dewasa diawali dengan Diam Aktif yaitu kemampuan untuk menahan diri dalam berkomentar. Orang yang memiliki kedewasaan dapat dilihat dari sikap dan kemampuannya dalam mengendalikan lisannya, seorang anak kecil, saudaraku apa yang dia lihat biasanya selalu dikomentari.
    Orang tua yang kurang dewasa mulutnya sangat sering berbunyi, semua hal dikomentari.,ketika dia melihat sesuatu langsung dipastikan akan dikomentari,ketika menonton televisi misalnya ; komentar dia akan mengalahkan suara dari televisi yang dia tonton . Penonton tv yang dewasa itu senantiasa bertafakur, acara yang dia tonton senantiasa direnungkan (tentunya acara yang bermanfaat) dan memohon dibukakan pintu hikmah kepada Allah, Subhanalloh.

    2. Empati (memahami perasaan)
    Ciri kedewasaan selanjutnya dapat dilihat dari Empati. Anak-anak biasanya belum dapat meraba perasaan orang lain, orang yang bertambah umurnya tetapi tidak dapat meraba perasaan orang lain berarti belum dapat disebut dewasa. Kedewasan seseorang dapat dilihat dari keberanian melihat dan meraba perasaan orang lain. Seorang ibu yang dewasa dan bijaksana dapat dilihat dari sikap terhadap pembantunya yaitu tidak semena-mena menyuruh, walaupun sudah merasa menggajinya tetapi bukan berarti berkuasa,bukankah di kantor ketika lembur pasti ingin dibayar overtime ? tetapi pembantu lembur tidak ada overtime ? semakin orang hanya mementingkan perasaannya saja maka akan semakin tidak bijaksana. Semakin orang bisa meraba penderitaan orang lain Insya Allah akan semakin bijak. Percayalah tidak akan bijaksana orang yang hidupnya hanya memikirkan perasaannya sendiri.

    3. Hati-hati (wara')
    Orang yang dewasa, cirinya hati-hati (Wara’),dalam bertindak. Orang yang dewasa benar-benar berhitung tidak hanya dari benda, tapi dari waktu ; tiap detik,tiap tutur kata , dia tidak mau jika harus menanggung karena salah dalam mengambil sikap. Anak-anak atau remaja biasanya sangat tidak hati-hati dalam bercakap dan mengambil keputusan.Orang yang bersikap atau memiliki kepribadian dewasa (wara’) dapat dilihat dalam kehati-hatian memilih kata, mengambil keputusan,mengambil sikap, karena orang yang tidak dewasa cenderung untuk bersikap ceroboh.

    4. Sabar
    Orang yang dewasa terlihat dalam kesabarannya (sabar), kita ambil contoh ; didalam rumah
    seorang ibu mempunyai 3 orang anak, yang satu menangis, kemudian yang lainnya pun ikut menangissehingga lama-kelamaan menjadi empat orang yang menangis , mengapa ? karena ternyata ibunyamenangis pula. Ciri orang yang dewasa adalah sabar, dalam situasi sesulit apapun lebih tenang,mantap dan stabil.

    5. Tanggung jawab
    seseorang yang dewasa benar-benar mempunyai sikap yang amanah, memiliki kemampuan untuk bertanggung jawab. Untuk melihat kedewasaan seseorang dapat dilihat dari kemampuannya bertanggungjawab, sebagai contoh ; seorang ayah dapat dinilai bertanggung jawab atau tidak yaitu dalam cara mencari nafkah yang halal dan mendidik anak istrinya ? Bukan masalah kehidupan dunia ,yang menjadi masalah mampu tidak mempertanggungjawabkan anak-anak ketika pulang ke akherat nanti ? Ke surga atau neraka? Oleh karena itu orang tua harus bekerja keras untuk menjadi jalan kesuksesan anak-anaknya di dunia dan akherat.

    6. Motivator
    Kesuksesan kita adalah bagaimana kita bisa memompa diri kita dan menyukseskan orang-orang disekitar kita, tidak hanya sekedar bisa menilai dan menyalahkan. kalau ingin tahu kesuksesan kita coba lihat perkembangan keluarga kita, istri dan anak-anak kita maju tidak? lihat sanak saudara kita pada maju tidak? Jangan sampai kita sendirian yang maju, tapi sanak saudara kita hidup dalam kesulitan, ekonominya seret, pendidikan seret.,sedang kita tidak ada kepedulian. Berarti itu sebuah kegagalan.,kedewasaan seseorang itu,dilihat dari bagaimana kemampuan memegang amanah

    Jadilah Pria Dewasa

    Bagaimana cara seorang pria meyakinkan kekasihnya bahwa dialah sosok yang dewasa? Jawabannya simple, kemampuan untuk mengasihi dengan cara yang tidak egois adalah sebuah tanda kedewasan seorang pria.

    Lalu apakah Anda sudah termasuk pria dewasa? sebaiknya Anda mengetahui ciri-ciri pria yang belum dewasa atau masih memiliki sifat kekanak-kanakan berikut ini :
    1. Mudah Cemburu
    Pria yang mudah cemburu takut untuk kehilangan sesuatu atau seseorang yang dicintainya karena orang tersebut memenuhi kebutuhannya adalah salah satu ciri pria tidak dewasa.
    2. Iri Hati
    Iri hati timbul karena keinginan memiliki apa yang menjadi milik orang lain. Dia hanya memikirkan kebahagiannya namun tidak bisa berbahagia dengan orang lain.
    3. Mudah Marah
    Sifat mudah marah atau yang tersulut emosi biasanya timbul karena kekacauan batin dan rasa frustasi karena tidak dapat mengendalikan orang lain atau situasi yang tidak diinginkannya. Dia tidak memiliki kemampuan untuk menerima sesuatu yang terjadi diluar keinginannya.
    4. Kesepian
    Sifat kesepian timbul karena pria tersebut bergantung pada orang lain untuk kebahagiaan dirinya.
    5. Banyak Ketakutan
    Pria ini biasanya sering membayangkan atau merasakan bahwa kebutuhan dan sasarannya tudak akan terpenuhi atau tercapai.